Catatan Hari Minggu

Sudah hampir setahun lebih semenjak aku pulang dari Solo. Pintu kamar kos telah ditutup dan kunci telah kuberikan ke Ibu kos. Aku secara resmi telah tinggal dan hidup di kota ini. Tak perlu ada embel-embel lagi soal rumah ke satu atau rumah ke dua.

12 bulan lebih ini jadi momenku untuk bersenang-senang dan menari. Ada kalanya aku terselip dan meringis menahan tangis, pernah juga aku berjingkrak-jingkrak sembari tertawa keras. Untuk itu, aku bersyukur.

Pada akhirnya, kehidupanku di Temanggung menemui titik nyaman yang mulai menjemukkan. Nampaknya aku mulai sadar bahwa aku harus bisa jadi part of something bigger. Hidupku yang membosankan dan kerap mengulang kesalahan yang sama ini kelihatannya bisa di-leverage dengan memikirkan hal yang lebih besar.

Aku berpikir bahwa sudah saatnya aku kuliah lagi, menimba ilmu dan pengalaman dengan seksama dan serius. Aku harus yakin bahwa aku pun pantas jadi bagian untuk sesuatu yang lebih besar.

Isu terkini juga memantapkan hal itu. Bahwa di kondisi yang chaos ini, aku tahu bahwa situasi dapat sewaktu-waktu berubah. Memikirkan diriku saja di masa ini adalah hal yang konyol, apalagi sebatas kapan dapat gaji dan liburan di akhir pekan.

Akh, aku sakit gigi. Mungkin tulisan ini akan lanjut di lain hari.

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram